THE FIVETEEN 15 CLUB fiveteen15club.blogspot.com

Rabu, 18 Maret 2015

Layang - layang ku adalah Impianku (LETTO - Layang layang)

halo sahabat pLETTOnic... saya akan membagikan sebuah artikel lagi nih... di baca ya... seperti artikel sebelumnya pada artikel kali ini bima akan membagikan sebuah artikel yang bertemakan tentang cita cita dan impian. apakah sahabat pLETTOnic mesih ingat dengan lagu yang ini? "jangan ragu ragu untuk mengejar yang engkau mau... mesih banyak waktu untuk cita cita mu..." ya tepat "Layang layang" mengapa di beri judul layang layang? nah dalam artikel kali ini bima akan mengulas lagu ini. sahabat pLETTOnic tahu engga asal mula lagu ini di buat? bagi yang sudah tahu alhamdulillah. nah bagi yang belum tahu, akan bima beritahu di artikel ini. Nah awal mula lagu ini tercipta tidak lepas dari seorang ibu yang menuturkan kegelisahannya dengan lagu zaman sekarang yang di nyanyikan oleh anak anak di salah satu acara kompetisi anak anak yang berlangsung di salah satu siaran televisi swasta yang saat itu mas noe menjadi salah satu jurinya.(beberapa tahun silam) "mas noe, saya merasa prihatin dengan anak anak sekarang yang sudah menyanyikan lagu lagu cinta dewasa yang seharusnya belum pantas untuk di nyanyikan oleh mereka". yah belakangan ini lagu anak anak sudah sangat tenggelam di makan oleh perkembangan zaman yang sudah semakin modern dimana lagu anak anak ini sudah terlupakan oleh anak anak dan bahkan sudah tidak pernah terdengar lagi anak anak zaman sekarang itu menyanyikan lagu anak anak.. berbeda dengan zaman sebelumnya dimana banyak beredar lagu anak anak di masyarakat pada zaman itu. bagaimana seorang anak yang begitu polos bisa menyanyikan lagu lagu dewasa atau lagu cinta yang merekapun belum mengetahui apa itu cinta dan apakah itu arti cinta. bisa di katakan hampir seluruh anak di indonesia sudah tidak lagi menyanyikan lagu anak anak. bukankah itu juga menjadi keperihatinan bagi kita? nah maka dari itu mas noe dan kawan kawan memikirkan sebuah solusi untuk mengatasi masalah itu. atas sebuah pemikiran yang kuat dan di dasari dengan makna yang dalam, maka terciptalah sebuah karya yang menakjubkan yang di tujukan khusus buat anak anak dan diberi judul "Layang layang" dimana pada lagu ini LETTO menceritakan seorang anak yang harus berjuang demi mengejar angan dan impiannya, dan letto juga berpesan agar jangan pernah ragu untuk mengejar semua itu, karna mesih banyak sekali waktu yang bisa di manfaatkan untuk meraihnya. mengapa di beri judul layang layang? karna letto mengibaratkan layang layang itu adalah sebuah impian. semakin tinggi kita menerbangkan layang layang itu, maka semakin tinggi pula impian yang akan kita raih. layang layang adalah sebuah permainan yang sangat di gemari oleh anak anak. termasuk juga kita yang tentunya juga pernah memainkannya, karna kita juga pernah menjadi anak anak. dan jika kita kembali mengingat ke masa lalu, betapa serunya permainan ini, sampai sampai kita rela menghabiskan waktu demi permainan ini. Dimana saat menjelang sore hari kita mulai bergegas menuju sebuah tempat yang luas dimana tiada apapun yang menghalangi kita untuk menerbangkannya. Tak khayal jikalau teriknya panas matahari, dan jalanan yang kadang berbatu dan berlumpur apalagi di kalau tidak memakai alas kaki, waduh ga karuan rasanya untuk mengarungi semua itu. namun, semua itu tidak membuat langkah dan semangat kita luntur untuk melaluinya karna itu adalah perjuangan kita demi menerbangkan sang layang layang setinggi tingginya. maka dari itulah mas noe menamainya "layang layang" agar kita dan terutama generasi muda kita bisa terus bersemangat dan berjuang demi meraih dan mengejar cita cita kita, sebagai mana dulu kita berjuang demi layang layang kita... disisi lain, zaman yang semakin moderen ini telah banyak merubah generasi muda kita... dimana pergaulan sudah semakin bebas dan harga diri sudah di kesampingkan demi mencapai 1 tujuan yaitu kepuasan duniawi yang telah membuat mereka lupa akan semua kewajiban mereka terutama impian dan cita cita mereka. lalu bagaimanakah cara kita untuk menanggapinya?... nah gimana artikelnya sahabat pLETTOnic... ambilah nilai positifnya, sebenarnya secara tidak langsung lagu ini telah mengingatkan kita dengan kewajiban kita, namun kitanya saja yang terlambat menyadarinya... jangan lupa keritik dan sarannya yah... kalau bima ada salah dalam pembuataan artikel ini bima mohon maaf karna bima juga mesih manusia grin emotikon sampai jumpa di artikel berikutnya... follow me: @bima.pratama29 7544D576 "jangan pernah ragu ya untuk mencapai apa yang kita inginkan... tetap semangat..." salam hangat sahabat pLETTOnic LETTO

Dibalik nyanyian si Burung kecil "Bird song" ( LETTO )

hai pLETTOnic... saya akan membagikan sebuah artikel pendek nih... mohon di baca ya... maknanya daleeeemmmm banget. ok... Letto pernah bercerita dalam sebuah lagu yang judulnya ''Bird Song", dimana lagu ini menceritakan seekor burung kecil yang sangat merindukan rumahnya yang menjadi tempat ia pertama kali belajar terbang dengan ibunya. Seekor burung kecil yang sedang menyanyikan lagu cinta yang pernah diajarkan oleh ibunya, bagaimanapun juga burung kecil itu terus menyanyikannya lagi dan lagi. Dia terbang sangat tinggi untuk menemukan tempat pertama dia belajar terbang, dan dia terus terbang sangat tinggi, dan dia ingin mencari jawaban dari langit. Di sebuah gunung yang berkabut, di atas derai sungai yang berair jernih,Namun tiada lagi gunung berkabut dan kini membiarkan sendiri sungai berair jernih yang mulai mengeruh dan mengering.. Dan dia hanya ingin pulang ke rumah, dia hanya ingin berada di rumah yang ia rindukan, di sebuah gunung yang berkabut, tapi kini semua itu telah berubah menjadi tandus. Dia hanya ingin bernyanyi saat mentari terbit di pagi hari di gunung yang berkabut.. Namun ia tak tahu apa yang telah terjadi dengan semua ini.. Ketika ia menatap di sekelilingnya, semua pohon telah ditebang demi nama kemanusiaan, seluruh sungai mulai mengeruh dan mengering karena sang awan kini menolak untuk menangis. andaikan aku mampu, aku akan mencoba dan terus mencoba, membuat kami semua peduli akan panggilannya... Makna apakah yang bisa kita ambil dari kisah di atas...? Betapa kejamnya kita, kita telah menghancurkan rumah mereka demi kepentingan pribad kita, mengapa kita setega ini...??? dan mengapa kita hanya bisa terdiam melihat semuanya terjadi di sekeliling kita? ayo sobat pLETTonic kita dengarkan dan kita penuhi nyanyian dan panggilannya... gimana ceritanya? invite bima yah, ok... 7544D576... sampai jumpa pada artikel berikutnya...

Makna dan Arti lagu LETTO

Siapa yang tidak kenal dengan letto band, Band yang bermarkas di daerah Kadipiro Jogjakarta. Pentolan band ini adalah Noe, anak dari Emha Ainun Najib. Beberapa postingan di beberapa blog memberi makna atas lagu-lagu Letto. “kesenian tidak bisa dilepaskan dari dunia spiritualitas. Bahkan, seniman lah spiritualis sejati” Apa yang dikatakan oleh Cak Nun ada benarnya. Coba bayangkan, bagaimana suatu lukisan bisa bernilai jutaan rupiah, padahal kalau dirunut dari bahan yang digunakan bisa jadi tidak lebih dari seratus ribu rupiah. Orang tidak melihat dari bahan material tersebut, tetapi dari apa yang di belakngnya, sesuatu yang abstrak, sesuatu yang spiritual. Spiritualitas tersebut juga dapat kita temu dalam lagu-lagu yang dinyanyikan oleh para penyani Indonesia, meskipun merka tidak menyebutnya sebagai lagu religi. Sebagi misal adalah Dewa 19 dan Chrise (al-maghfur lah). Spirutualitas tersebut juga dapat temui di beberapa lagu Letto, banyak para penulis yang mencoba membedahnya dengan beberapa metode seperti metode Hermeneutika dalam menganalisis lirik-lirik lagu tersebut. Letto sendiri tidak mau terlalu menafsirkan lagu-lagunya. “We don’t want to control the meaning of our songs,” Baginya lagu-lagu Letto sangat terbuka untuk ditafsirkan oleh semua orang. Menurutnya Spiritualitas yang penulis maksud di sini adalah sufisme, atau ajaran esoteric Islam. Hal ini terkait dengan latar belakang Letto sendiri. Ada beberapa kata yang menjadi core dari lagu-lagu Letto. Cinta, kesunyain dan kerinduan. Seringkali Leto mengidentikkan hidupnya dengan kesunyian. Terkadang dia merasa ragu dalam perjalanan itu. Kadang dia meraba, mencari arah tujuan. Lihat saja lirik: Yakinkah ku berdiri, di hampa tanpa sepi Bolehkah aku mendengarmu Terkubur dalam emosi, tanpa bisa sembunyi Aku dan nafasku merindukanmu Terpurukku di sini, teraniaya sepi Dan kutahu pasti kau menemani… yeah Dalam hidupku, kesendirianku (Sandaran Hati, Truth, Cry and Lie) Lihat juga lirik lagu sebelum cahaya Ku teringat hati Yang bertabur mimpi Kemana kau pergi cinta Perjalanan sunyi Engkau tempuh sendiri Kuatkanlah hati cinta (Sebelum Cahaya, Don’t make me sad) Namun dalam kesepian itu, Letto mencoba mencari jalan, orientasi, arah yang akan di tuju. Pencarian itu bukanlah sesuatu yang mudah, tetapi melalui derita. Namun derita itu tidaklah mengapa baginya. Keteguhanlah kuncinya. Ini sebagi pemenuhan janji primordial yang telah dipersyaksika oleh ruh kepada Allah, perjanjian akan pengkuan Allah sebagi Tuhan. Dengan demikian. Jadi dia mencoba untuk terus berdiri, berjalan menuju-Nya, karena Letto yakin, segala kesusahannya, segala resahnya akan hilang ketika bersama-Nya. Dari sumber lainnya juga juga ada yang meraba lagu ini bahwa secara keseluruahan lirik yang terkandung mencoba mengingatkan kita sama sholat lail : ”Sebelum Cahaya” Ku teringat hati yang bertabur mimpi Kemana kau pergi cinta Perjalanan sunyi yang kautempuh sendiri Kuatkanlah hati cinta Reff : Ingatkan engkau kepada embun pagi bersahaja Yang menemanimu sebelum cahaya Ingatkan engkau kepada angin yang berhembus mesra Yang kan membelaimu cintA Kekuatan hati yang berpegang janji Genggamlah tanganKu cinta Ku tak akan pergi meninggalkanmu sendiri Temani hatimu cinta Back to reff Bait pertama lagu ini menunjukkan kalau Allah SWT selalu mengawasi kita. Allah melihat kita yang sedang tidur tiba-tiba terbangun, ...kita pergi untuk ambil air wudhu maka mengapa disana dituliskan kemana ”kau pergi...” kemudian kita menegakkan sholat malam, dalam kesunyian, sendiri ketika semua orang tengah terlelap ketika dingin sangat menusuk di tulang, ketika mata masih terkantuk-kantuk. Siapa yang sanggup untuk menjalankannya?? Butuh kekuatan hati untuk melaksanakan raka'at demi raka'at, lantunan. Ayat-ayat suci yang kita baca dan dzikir dengan penuh ketawadhuan. Inilah makna yang di temukan dalam baris ”perjalanan sunyi yang kau tempuh sendiri,kuatkan hatimu cinta”. Bait kedua, Allah ingin menentramkan hati kita, Allah mengingatkan bahwa kita tidak sendiri dalam menjalankan sholat Lail, lihatlah ada embun pagi yang selalu menemani kita hingga fajar muncul dari ufuk timur dan rasakanlah sepoi-sepoi angin di sepertiga malam, yang dengan sangat lembut meniup pakaian Shalat kita. Sungguh kita tidak sendiri saat sholat Lail ditegakkan. Dan mereka inilah yang dapat kita jadikan saksi di akhirat kelak. Bait ketiga menerangkan siapa yang punya tekad kuat tersebut? Untuk menegakkan sholat malam setiap hari, setiap malam. Dia adalah orang-orang yang selalu berpegang teguh pada janjinya terhadap Allah SWT. Janjinya bahwa dia kan selalu menjadikan Allah sebagai Illah dalam hidupnya Subhanallah... ternyata... . (Jalan Yang Hilang, Lethologica) Ketika kucoba mencari-cari Jalan yang hilang Aku tak peduli Apa kata orang Hanyalah untukMu Seluruh rinduku Harus kutemukan sekali lagi Jalan yang hilang Dalam mengarungi jalan sunyi ini, Letto yakin tidak akan pernah sendiri. tidak pernah manusia itu berada dalam kesndirian, karena pasti Tuhan kan bersamanya, manyaksikannya. Bahkan ketika manusia sudah sampai pada taraf sadar akan jagad kosmos, dia akan mendengar alam yang juka bertasbih kepa-Nya. Ingatkan engkau kepada Embun pagi bersahaja Yang menemanimu sebelum cahaya Ingatkan engkau kepada Angin yang berhembus mesra Yang kan membelaimu cinta (Sebelum Cahaya, Don’t make me sad) Sebelum cahaya menunjukkan satu waktu di mana ini juga mengungkapkan pada jalan sunyi seorang yang mengejar cinta. Dia ternyata tidak pernah terlepas dari cinta, bahkan Letto mengatakan bila dia lepas dari Cinta, maka dia akan hilang. Kehilangan ini menyiratkan akan kehilangan makna hidup, atau bahkan kehilangan eksistensi diri. Dari itu Letto menginginkan suatu kebersamaan selalu dengan Cinta. Di sinilah dia menginginkan agar dia selalui dihantui oleh Cinta. Rasa cinta yang mendalam, suatu perjalanan sunyi, keterikatan dan keyakinan pada janji ini kemudian mengguratkan kerinduan-kerinduan pada diri Letto. Rindu untuk kembali kepada Sang Azali, rindu untuk selalu bersama. Di sinilah kerinduan menemukan ruang. Kerinduan adalah satu petunjuk keberjarakan Letto dengan Cinta. Satu waktu jarak ini menemukan momentum pertemuan. Suatu penyaksian akan wajah Cinta. Pada pertemuan itu, Letto sendiri merasakan satu rasa yang tak menentu. Satu rasa yang aneh, yang sebelumnya tidak pernah dia rasakan. rasa ini bisa juga disebut sebagai keterkaguman. Keterkaguman Letto pada wajah Cinta yang Maha Agung. Dan diapun berkesimpulan, ku tak pantas memandangi wajahmu. Di sini sebenarnya dia telah hanyut terbawa oleh keterkaguman tersebut. Anatar profanisme, Sufisme dan kepekaan Sosial Letto menyadari bahwa dirinya adalah manusia bumi yang tidak bisa terlepas dari realitas sosialnya. Namun dia tidak ingin terseret dalam arus massa. Dia mencoba meihat dengan lebih jernih. Sebagaimana dia menafsirkan tentang cinta. Menurutnya, cinta yang dia maksud bukanlah sebagaimana cinta yang telah terkontaminasi oleh kepentingan, atau hanya cinta antara dua manusia yang berlawanan jenis. Sehingga pemahaman cinta dalam lirik-lirik agunya pun akan berbeda dengan pemahaman cinta dalam lagu-lagu musisi kebanyakan. Sepertinya hanyalah ada Memang aku tak setuju Dengan dirimu Tentang arti cinta Bukan hanya berdua Tetapi tentang semuanya (itu lagi-itu lagi, Lethologica) Kepekaan sosial Letto juga akan nampak pada lagu ku tak percaya. Lagu yang melihat kontes pemilihan umum dengan acara kampanyenya sebagai penghamburan katakata yang tak bermakna, hanya sebagai pelamis bibir saja. Kata-kata takkan pernah punya makna Takkan pernah punya makna Ketika hati tak bicara Jangankan kau berikan pada ku Mimpii surgama Jangan pernah kau tawarkan kepadaku Keindahan yang semu Tanpa itu aku mampu menjalani hidupku Dan kukatakan padamu Kata hatiku Ku tak percaya Kamu kah pahlawanku Yang mengaku orang nomor satu yang katanya mampu menghapuskan sedihku Kalau itu yangkau bilang Coba lai kau kumandangkan Janji-jani yang engkau banggakan itu (ku tak percaya, Lettologica) (Letto ~ Lubang di Hati) Ku buka mata dan ku lihat dunia ‘tlah ku terima anugerah dunia Tak pernah aku menyesali yang ku punya Tapi ku sadari ada lubang dalam hati Ku cari sesuatu yang mampu mengisi lubang ini Ku menanti jawaban apa yang dikatakan hati Apakah itu kamu apakah itu dia Selama ini ku cari tanpa henti Apakah itu cinta apakah itu cita Yang mampu melengkapi lubang dalam hati Lubang di Hati, Donat dan kekuasaan. Kita bicara tentang donat. Anda tahu apa itu donat? Donat adalah benda berlubang. Teksturnya kenyal. Rasanya nikmat bukan main…. dan disukai oleh kaum adam dan hawa…. Pokoknya bihedonik banget dah. Alkisah donat ini diciptakan karena suatu hal. Donat ini dibuat secara tak sengaja. Karena pada saat seseorang membuat roti dan terus mentah dalam (istilah dapur emak-emak) maka terbersitlah sebuah ide untuk membuang bagian tengahnya. Maka jadilah itu sebuah roti yang kini dikenal sebagai donat. Donat tanpa lubang mungkin kurang pantas bila dikatakan donat. Dari lubang-nya donat itulah kita bisa membandingkan antara orang optimis dan pesimis. Orang pesimis hanya melihat lubangnya dan orang optimis melihat donatnya. Tapi yang terbaik ialah yang bisa melihat donat sebagai kue bolong. Kehidupan mungkin dibaca sebagai itu. Karena ada suatu bagian yang kosong maka ia bisa disebut hidup. Lezat sebagaimana donat. Seperti Lagu Lubang di hati, Memang mungkin hati dari sononya diciptakan sudah berlubang.. untuk satu tujuan mulia. Donat juga demikian pula. Tampaknya ia jadi sebuah antitesis dari kekuasaan. Berbeda dengan kekuasaan yang orang selalu ingin berada dan mendekati pusat kekuasaan. Maka yang dicari pada donat adalah pinggirnya…. Gak ada yang suka sama bagian tengah donat. Meluhat salah satu Album Letto yang berbahasa inggris, Bukan sekadar "trend" dan gaya berbahasa Inggris "Ini adalah proses kreativitas yang mengalir jujur," ungkap mereka. Bahkan dalam musik mereka terselip khasanah etnik yang menghadirkan corak slendro dan pelog dalam permainan instrumen band modern. Hasilnya adalah sebuah karakter musik yang "asli" beda, namun tetap asyik untuk dinikmati. Simak saja lagu Sampai Nanti, Sampai Mati. Lagu itu bertutur tentang sikap optimis menghadapi hidup. Lirik : kalau kau pernah taku mati/sama./ kalau kau pernah patah hati/ aku juga iya/Tetap semangat/dan teguhkna hati di setiap hari/sampai nanti/sampai mati… Unik khan! Liriknya memang sarat dengan pesan positif, tapi bukan khotbah. Sebab gaya penyampaiannya tetap dalam tutur puitis. Tidak saja bicara tentang hidup, tapi juga cinta, patah hati, persahabatan bahkan tentang Tuhan. Seperti juga lagu Sandaran Hati yang liriknya jika disimak lebih jauh tidak saja berbicara tentang seorang kekasih, tapi juga sahabat bahkan Yang Maha Kuasa. Demikian juga dengan lagu I’ll Find Away yang percaya selalu ada jalan untuk mengapai angan. Dan simak juga yang lain seperti U & I, Insensitive, dan No One Talk About Love. Seluruh lirik Letto terkesan gentlement dan dalam banget. Lirik puitis tersebut, termasuk yang berbahasa Inggris seluruhnya ditangani oleh Noe salah seorang anak dari budayawan Emha Ainun Najib. Menurut dia, itu mengalir secara spontan dan alami. "Kami ini anak desa, tidak pernah berpikir yang muluk-muluk. Semua mengalir sesuai dengan kata bathin," ucapnya. Dia mengakui sebagian besar terinspirasi dari pengalaman pribadi. Untuk aransemen musik dikerjakan mereka bersama-sama. Tak heran jika masing-masing memberi pengaruh dalam setiap lagu. Alhasil akan terasa sedikit ramuan dari rock ala Led Zeppelin, J-rock ala Kitaro, punk rock, bahkan psikadelik. Ramuan unik itu setelah berpadu terasa begitu easy listening. Artinya, musiknya enak di kuping, nyaman di hati, namun juga bukan asal bunyi. Alhasil, kuping anda akan terbuai dalam nada-nada penuh rasa yang dalam. Hal itu didukung oleh karakter vokal Noe yang melankolis namun tidak cengeng. Bagaimana kita menyikapi Syair-syair indah letto ini, kita ambil nilai positifnya dari buah karya seniman yang juga seorang maupun kelompok sosial biasa. Semoga bermanfaat..... Sumber: berbagai sumber